Peduli Merapi

Alhamdulillah RSI Aisyiyah Malang berkesempatan untuk membantu Saudara-saudara kita yang tertimpa musibah bencana alam letusan gunung Merapi. Pemberangkatan Tim Peduli Merapi RSI Aisyiyah Malang atas koordinasi dari Tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Tim ini terdiri dari satu dokter (dr. Camelia Q.C.), dua perawat (Joko Susanto Amd.Kep dan Yunita Amd.Kep) dan seorang pengemudi Ambulance (Mas Pujo). Tim mulai bertugas tanggal 6-13 November 2010.

tim_merapi

dr. Camelia Q.C; Yunita Amd.Kep; Joko Susanto Amd.Kep; Ahmad Pujo

Posko Utama Tim MDMC Jawa Timur adalah di PP Muhammadiyah. Dari MDMC Jawa Timur Kami bersama dengan RSI Muhammadiyah Sepanjang dan RSI Muhammadiyah Lamongan. Dari hasil rapat koordinasi Kami mendapat wilayah Kerja di Sleman DI Yogyakarta, sedangkan yang lain di Klaten-Boyolali dan Prambanan. Model yang diterapkan oleh Koordinator Lapangan adalah Mobile Clinic mengingat setelah letusan kedua, yaitu Jumat, 5 November 2010, radius siaga diperluas menjadi 20 Km, sehingga jumlah pengungsi yang semakin banyak dan posko pengungsian juga semakin menjamur. Posko pengungsian yang sebelumnya difokuskan di tiga titik menjadi ratusan titik.

Di daerah tempat Kami bertugas yaitu Sleman, hampir seluruh Gedung Sekolah baik TK, SD, SMP, SMA/SMK, Balai Desa, Gedung Pertemuan, kantor Kecamatan, Stadion, tempat ibadah bahkan rumah penduduk menjadi tempat pengungsian dengan kapasitas dari puluhan orang sampai ribuan orang. Distribusi bantuan baik logistic ataupun pelayanan kesehatan yang tidak merata. Di tempat-tempat yang berbau pemerintahan jumlah logistic dan pelayanan kesehatan Surplus. Di Stadion Maguwoharjo contohnya, setiap jam 21.00 ada penghancuran nasi bungkus sisa sebanyak tiga truk. Sedangkan di rumah- rumah penduduk, gedung sekolah swasta, logistic dan pelayanan kesehatan minim. Posko pengungsi yang berisi ratusan atau ribuan orang kondisinya sangat memprihatinkan, mereka harus berdesak-desakan, terkadang di tempat terbuka, dengan jumlah kamar mandi yang terbatas.

Di Sleman Kami mendatangi beberapa Posko pengungsian secara rutin 3 hari sekali dan bergantian dengan jam kunjungan antara pukul 07.00-22.00, yaitu :

  1. SMK Muhammadiyah I Tempel
  2. Balai Desa Mugoharjo Prambanan
  3. Gedung PCM Gamping
  4. Ajendam Gamping
  5. Stadion Maguwoharjo
  6. SMP Muhammadiyah II Depok
  7. Masjid Jami’ Melati
  8. MIM Al Muttaqien Medari Caturharjo
  9. SMK Muhammadiyan I Medari Caturharjo

Dengan jumlah pasien mencapai 863 orang dan dengan penyakit terbanyak adalah ISPA, Myalgia, Cefalgia, Gatal-gatal, Hipertensi. Selain pengobatan di Posko pengungsi, Kami juga memberikan pengobatan kepada warga sekitar pengungsian yang jumlahnya mencapai 30 orang.

Kendala selama menjalankan tugas adalah koordinasi yang kurang baik antara korlap dan informan keberadaan posko. Hal ini berimbas kepada Tim Kami, lokasi yang ditentukan oleh korlap setelah didatangi ternyata pelayanan kesehatan sudah ditangani oleh tim lain, dan hal ini seringkali terjadi, sehingga tim Kami harus menyusur sendiri posko-posko pengungsian yang ada yang membutuhkan pelayanan Kesehatan. Saat Kami dating ke suatu Posko dan ternyata sudah ada pelayanan kesehatan lain, Kami mencoba berkomunikasi dan memberikan bantuan obat jika membutuhkan. Dan korlap seringkali tidak memberikan navigator untuk perjalanan Kami, tidak jarang Kami salah jalan.

Bagaimanapun keadaannya, Alhamdulillah Tim Kami masih selalu dapat memberikan pelayanan kepada Saudara-saudara Kita tersebut, Semoga dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi mereka, Semoga mereka diberi Kesabaran, kekuatan dan ketabahan, Semoga ini menjadi tahapan yang harus mereka lalui untuk mencapai kehidupan yang lebih baik di masa yang akan dating. Amin ya Robbal Alamin. (CQ)

Leave a Reply