Ngopi RSI Aisyiyah Malang SWAB PCR atau Antigen

Ngobrol pintar (ngopi) RSI Aisyiyah Malang pagi tadi (11/6/2021) sedikit berbeda. Melalui live instagram bersama RDI (Radio Dakwah Islami) Malang menghadirkan pembicara dokter spesialis patologi klinik, dr. Erlin Nursiloningrum, Sp.PK. Pembahasan yang disampaikan tentang swab covid-19 antara pilih Antigen atau PCR.

Dokter Erlin menjelaskan bahwa  ilmu covid-19 tidak ada habisnya dan akan terus berkembang. Oleh sebab itu masyarakat tetap harus meningkatkan kewaspadaannya. Bahkan sejak idul fitri kemarin angka kesakitan dan positive rate covid di Indonesia  semakin meningkat. Untuk memastikan seseorang terjangkit covid atau tidak, salah satunya dapat melakukan swab antigen maupun PCR.

“Jadi pemeriksaan covid itu ada beberapa macam, ada yang secara radiologis dan laboratoris. Kebetulan saya sendiri fokus nya di laboratoris jadi untuk tes covid salah satunya dengan pemeriksaan swab. Target tes covid sendiri ada dua macamnya. Pertama kita periksa RNA nya dengan secara molekuler itu menggunakan swab PCR. Sedangkan satu lagi yaitu targetnya protein yaitu melalu swab Antigen dan secara serologi untuk mmemeriksa antibodi,” ujar dr. Erlin,Sp.PK.

Dokter Erlin melanjutkan, sering mendapatkan pertanyaan dari pasien apakah harus swab untuk mengetahui terinfeksi covid atau tidak, meskipun tidak ada gejala sama sekali. Berdasarkan ini pasien harus lebih berhati-hati dan tidak menyepelekan covid. Gejala apa saja untuk amannya seseorang pasien harus test covid.

“Jadi untuk yang bergejala ini bila ada keluhan seperti anosmia atau nyeri telan kemudian untuk yang ada riwayat kontak erat. Bilamana ada kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi positif Covid dengan radius 1 meter dan tatap muka langsung lebih dari 15 menit. Ini yang perlu diwaspadai,” kata dr  Erlin.

Menariknya dr. Erlin menjelaskan ketika pasien mulai merasakan ada gejala sampai 7 hari maka bisa melakukan tes Antigen, akan tetapi jika pasien merasakan gejala lebih dari 7 hari maka itu wajib melakukan tes swab PCR saja. Selain itu jika ada riwayat kontak erat dengan orang yang positif covid meskipun tidak ada gejala, maka perlu juga melakukan swab Antigen dan atau PCR.

“Jadi prinsipnya semua alat tes untuk pemeriksaan Covid-19 itu punya akurasi, indikasi, dan intrepretasi  yang berbeda. Untuk yang lebih bagus mana dalam tes swab covid tentu PCR saat ini lebih bagus. Dan perlu digarisbawahi juga pasien yang melakukan tes pun harus tahu pada hari ke berapa dia merasakan gejalanya. Dengan ini kami harapkan tidak ada lagi yang masih menanyakan lebih akurat mana antara test swab PCR atau Antigen, karena semua pemeriksaan itu baik selama digunakan dalam waktu dan kondisi yang tepat” jelasnya.
Silahkan simak lebih lengkapnya di video IGTV kami di link berikut ini.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

4 + sixteen =