Tim RS Hermina Studi Banding ke RSI Aisyiyah Malang Tentang Layout Pembangunan Kamar Operasi

Pada Kamis 27 Mei 2021 Rumah Sakit Aisyiyah Malang mendapat kunjungan studi banding dari tim RS Hermina Kota Malang. Dalam kunjungan tersebut RS Hermina beranggotakan lima orang, diantaranya ahli bedah, kepala pelayanan medis, pengendali infeksi dan perwakilan kamar operasi dan teknisi pemeliharaan sarana.  Tim RS Hermina tersebut diterima oleh salah satu staf perawat kamar bedah RSI Aisyiyah Malang sekaligus Kepala Sub Bagian Sumber Daya Insani, Ns. Samsul Maarif, M.Kep.

Studi banding RS Hermina ke RSI Aisyiyah Malang ini dikatakan Samsul Maarif terkait dengan pembangunan kamar bedah yang sesuai standart akreditasi pemerintah. Sebab RSI Aisyiyah merupakan salah satu rumah sakit yang sudah terakreditasi paripurna.

Diantara materi studi banding tersebut menyangkut desain bagaimana membangun kamar operasi. Tim RSI Aisyiyah Malang menjelaskan tentang layout kamar operasi RSI Aisyiyah Malang. Sebab dalam layout tersebut ada hal-hal yang sangat krusial.

Apa hal-hal yang sangat krusial itu, adalah pertama bagaimana   alur petugas, kedua bagaimana alur pasien, dan ketiga bagaimana alur dari peralatan kotor harus ke luar agar tidak terkontaminasi area yang bersih. Ini merupakan hal penting dalam menentukan alur.

Hal penting berikutnya adalah bahan material yang digunakan pembangunan untuk sebuah kamar bedah. Sebab material yang digunakan kamar operasi tentu tidak sama dengan bangunan pada umumnya. Misalnya  dinding dan langit-langit harus terbuat dari bahan yang tidak berpori, tidak boleh ada bahan sambungan, harus waterproof, stain proof, persyaratan inilah yang disampaikan pada tim studi banding RS Hermina.

Begitu juga tentang lantai tidak boleh menghantarkan aliran listrik, termasuk di dalamnya bagaimana menentukan desain berbagai area pendukung kamar operasi. Seperti area bagaimana meletakkan penyimpanan alat steril, sebab alat steril itu harus ditempatkan pada tempat yang bagus. Jika tempatnya kurang memenuhi unsur kesehatan dapat menyebabkan alat itu tidak aman digunakan untuk operasi berikutnya. Bukan itu saja termasuk di mana letak menyimpan obat dan peralatan yang dibutuhkan untuk operasi harus diletakkan, di mana tempat untuk dekontaminasi ulang alat tersebut. Terakhir tim RSI Aisyiyah Malang menyampaikan pengaturan ketenagaan dan kualifikasinya. (humas rsia)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

2 × 4 =