Bersama dr. Andi Ngopi RSI Aisyiyah Bahas Nyeri Dada

MALANG-Ngopi (Ngobrol Pintar) RSI Aisyiyah Malang pada (25/6/2021) membahas mengenai bahaya nyeri dada yang datang secara tiba-tiba. Ngopi ini disiarkan secara live di instagram bersama RDI (Radio Dakwah Malang). Menghadirkan pembicara dokter spesialis jantung dr. Andi Wahjono, Sp.JP (K), FIHA.

dr. Andi menjelaskan jika seseorang menderita nyeri dada, satu hal yang paling penting adalah jangan panik dan cemas berlebihan. Jika seseorang merasa panik maka akan memperburuk kondisi pasien. Banyak sekali penyebab dari nyeri dada. Apakah yang datang secara tiba-tiba maupun yang tidak secara mendadak. Nyeri dada tidak selamanya berasal dari penyakit jantung, paru-paru, dan stres yang berlebih. Hal yang harus diperhatikan adalah jika nyeri dada tersebut mengarah kepada penyakit jantung koroner. Seperti apa ciri-ciri atau gejala dari penyakit koroner?

Penyakit jantung koroner memiliki gejala tersendiri, jika nyeri dada yang dialami bersifat lebih berat seperti tertekan oleh benda yang berat, ditusuk, seperti terbakar, diremas dan kadang- kadang disertai dengan keringat dingin dan mual. “Pasien cenderung gelisah. Gejala-gejala tersebut biasanya timbul karena adanya aktivitas berat seperti bekerja, naik turun tangga angkat-angkat benda berat, dan olahraga berat. Marah-marah dan cemas berlebihan juga dapat memicu nyeri dada. Jika aktivitas berat itu dikurangi maka resiko nyeri dada akan berkurang juga,” jelasnya.

Nyeri dada dibagi menjadi dua, ada yang kondisi pasien stabil dan tidak stabil. Jika nyeri dada stabil dialami oleh pasien maka langkah yang harus diambil adalah menghubungi klinik atau RS untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan untuk mengecek apakah ada gejala-gejala penyakit jantung koroner. Jika nyeri dada yang dialami pasien tidak stabil maka dalam hal ini gawat darurat atau emergency harus segera ditangani dan tidak perlu ke ke klinik langsung diarahkan ke UGD. “Nyeri dada yang berkepanjangan, Nyeri dada yang durasinya meningkat setiap saat, serta nyeri dada yang datang secara tiba-tiba memerlukan penanganan khusus, tidak perlu ke ke klinik langsung ke UGD untuk penanganan yang darurat,” tegasnya

dr. Andi memberikan pesan kepada setiap orang yang mengalami nyeri dada untuk tidak cemas dan segera memeriksakan diri ke RS atau poliklinik jantung. Selain itu menerakan pola hidup sehat dalam pencegahan penyakit jantung koroner, yaitu manajemen stress, makan sehat, olahraga teratur, menstabilkan penyakit penyerta dan jangan merokok.

“Menyikapi nyeri dada ini  adalah jangan khawatir jangan cemas karena kecemasan yang berlebihan nantinya akan memperburuk keadaan. Jangan dianggap remeh dan diabaikan jika merasa nyeri dada tersebut terasa sakit dan berkelanjutan segera minta pertolongan, jika perlu silahkan periksakan diri ke UGD.” tutupnya dalam live instagram. (humas rsia)

 

Silahkan simak lebih lengkapnya di video IGTV kami di link berikut ini.

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

5 × 3 =