Ngopi RSI Aisyiyah Malang : Pernah Sesar Haruskah Sesar Lagi?

MALANG-Situasi kehamilan di masa pandemi dalam kurun waktu tiga bulan ini mengalami peningkatan. Hal ini disampaikan  oleh dr. Minar Setyorini, Sp.OG dalam NgoPi (Ngobrol Pintar) RSI Aisyiyah Malang tadi siang (23/7/2021). Tayangan tersebut membahas seputar persalinan secara sesar yang bertemakan Pernah Sesar Haruskah Sesar Lagi tayang di live akun Instagram @rsiaisyiyahmalang.

Menurut dr. Minar secara garis besar terdapat dua jenis persalinan, yaitu secara normal dan juga sesar.  Biasanya dokter akan melakukan observasi sebelum melakukan persalinan, khususnya persalinan secara sesar. Persalinan sesar yang membutuhkan tindakan operasi tentunya sudah dipertimbangkan oleh dokter yaitu melakukan tindakan operatif mulai dari faktor ibu, bayi dan waktu.

“Dari faktor ibu biasanya dilakukan tindakan operasi dilihat dari panggul yang sempit dan diperkirakan tidak bisa dilewati oleh bayi,” ucap dr. Minar.

Minar melanjutkan kemungkinan terjadinya operasi sesar ketika rahimnya yang ada kelainan atau kecacatan sebelumnya. Hal ini tentu dapat membahayakan ibu pada saat persalinan secara normal. Selain itu, faktor plasenta previa yang menutup jalan lahir bayi menyebabkan bayi tidak bisa lahir secara normal.

“Kemudian faktor untuk bayi sendiri misalkan dari rekaman jantung bayi mengalami kegawatan dan membuat bayi tidak dapat menunggu untuk lahir secara normal, posisi kepala bayi yang tidak berada dibawah (posisi melintang) sehingga harus ditindak secara sesar,” kata dr Minar.

Faktor yang ketiga disebutkan dr Minar ialah indikasi waktu, misalnya ibu sudah diinduksi tetapi tidak lahir juga maka harus disegerakan untuk operasi sesar. Tentu dengan tindakan operasi sesar dilakukan supaya keadaan ibu dan bayi tidak membahayakan satu sama lain. Perlu diketahui, tidak semua operasi sesar membuat persalinan anak selanjutnya harus dilakukan secara operasi sesar berulang.

Ibu mungkin saja bisa untuk melahirkan normal setelah pernah menjalani operasi sesar atau dikenal dengan istilah vaginal birth after caesar (VBAC)  dengan memenuhi beberapa syarat-syarat, terkecuali jika indikasi menetap yaitu panggul yang absolut atau sempit tidak dapat menjalani operasi normal.

Pada saat mendekati persalinan nantinya akan terdapat skoring untuk menilai apakah persalinan tersebut dapat dilakukan secara normal. “Dalam skoring ini yang dilihat ialah berat bayi, ketebalan rahim, posisi bayi seperti apa, usia kehamilannya dan di skor apakah sebelumnya pernah persalinan normal atau tidak,” tutur dr. Minar.

Syarat lainnya, jelas dr. Minar bagi ibu yang ingin melahirkan persalinan normal setelah sesar (VBAC) ialah harus dikerjakan di rumah sakit dan terdapat kamar operasi. Sedangkan yang disiapkan oleh ibu hamil tersebut dari pribadi ibu hamil sendiri harus rajin mengolah nafas, karena persalinan VBAC dibatasi waktu selama 30 menit, jika melewati waktu tersebut akan menimbulkan efek pada luka operasi yang lama.

Kemudian salah satu jika ingin melahirkan secara normal untuk persalinan selanjutnya idealnya rentan waktu selama dua tahun untuk hamil kembali, sebab waktu tersebut diharapkan bagian otot rahim sudah terbentuk dengan baik.

Efek samping melahirkan secara sesar  memang akan mengalami proses penyembuhan yang lebih lama daripada persalinan normal. Namun setelah persalinan sesar disarankan bagi ibu untuk tidak takut bergerak, justru ibu dapat beraktivitas dengan nyaman dan membuat proses penyembuhan luka semakin cepat karena sirkulasi darah yang baik. (humas rsia)

Silahkan simak lebih lengkapnya di video IGTV kami di link berikut ini.
https://www.instagram.com/tv/CRqSpsbJiNa/?utm_source=ig_web_copy_link

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

16 − 10 =