Milad 34 Tahun RSI Aisyiyah Malang Gelar Kajian Online Bersama Ustadz dr. Arief Alamsyah, MARS, Dipl. FM

MALANG–Rumah Sakit Islam Aisyiyah Malang 29 Agustus 2021 genap 34 tahun melayani masyarakat di bidang kesehatan. Pada milad kali ini, RSI Aisyiyah Malang menggelar pengajian virtual bersama ustadz dr. Arief Alamsyah, MARS, Dipl. FM, tadi siang.

Pesan ustadz Arief pada peserta pengajian virtual RSI Aisyiyah Malang bertema Rawatlah yang di Bumi, Niscaya yang di Langit akan Merawatmu dengan fokus pada motto RSI Aisyiyah Malang yakni Layananku Ibadahku.

Ustadz Arief menyatakan pada awal tausyiyahnya Islam adalah agama yang mementingkan kesalihan sosial ini sesuai dengan hadist riwayat Bukhori. Dari sini teknologi ketika sudah menguasai bumi ini maka manusia akan kehilangan yang namanya turunnya jiwa empati dan sekarang sudah bisa terbukti karena teknologi empati manusia menurun.

“Jadi ketika para hadirin disini mencintai pekerjaannya suatu saat pun juga para hadirin akan berhadapan langsung dengan hari buruknya. Ini yang perlu kita renungi karena ini adalah hal yang wajar bagaimana para hadirin disini bekerja di RSI Aisyiyah Malang  pasti merasakan momen tidak enak ketika bersama pasien, atau bahkan sama direktur. Jadi yang perlu ditekankan adalah Bad Day pasti berlalu,” tutur ustadz Arief.

Lebih lanjut, ustadz Arief menjelaskan ketika manusia sudah merasakan HALT faktor, yaitu Hungry, Angry, Lonely, dan juga Tiredness menjadi bahaya. Dimulai dari Hungry atau lapar, ketika manusia merasakan lapar sumbu nya cenderung lebih pendek daripada orang kenyang untuk itu, para hadirin pun dilatih untuk berpuasa Senin–Kamis agar tetap ikhlas ketika kondisi bad day. Kemudian Angry atau marah adalah ketika marah lalu dendam ada pun juga Lonely atau dalam artian kurang perhatian termasuk di dunia kerja pun juga dan yang terakhir ini paling berbahaya yaitu Tiredness atau istilahnya lelah atau kecapekan.

“Terutama dalam masa pandemi ini saya tahu orang yang paling depan untuk melawan covid ini pasti merasakan capek, pun halnya di RSI Aisyiyah ini seperti spesialis paru-paru lalu spesialis anestesi pun luar biasa. Jadi saya paham betul kita diujinya bahkan dalam kondisi yang genting ini ditambah seperti kurang tidur lalu sakit kemudian PMS ada juga pekerjaan menumpuk ini yang membuat kita makin tidak bisa menahan emosi kita,” tandas ustadz Arief

Dalam sesi akhir pembicaraanya, ustadz Arief mengaku perlunya kesadaran para pekerja di RSI Aisyiyah Malang untuk selalu bekerja dengan hati dan cinta seperti halnya menenun sebuah kain dengan benang yang ditarik dari jantungmu dan seolah yang memakai adalah kekasihmu. Untuk itu, ustadz Arief berharap agar para pegawai di RSI Aisyiyah Malang ini bisa menjaga nama baik dan juga seraya berharap agar Allah meridhoi semua yang dikerjakan. Persis seperti motto layananku ibadahku. (humas rsia)

Simak kajian ini di channel youtube RSI Aisyiyah Malang dan jangan lupa subscribe ya…

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

7 − 1 =