Peringati Hari Paru Dunia, RSI Aisyiyah Malang Bahas Kanker Paru

 

MALANG-Ngopi (ngobrol pintar)  RSI Aisyiyah Malang tadi pagi membahas tentang kasus kanker paru dalam rangka World Lung Day yang diperingati pada tanggal 25 September bersama narasumber dokter spesialis paru dr. Siti Sajariah, Sp.P.

Dokter Siti menjelaskan tema dalam rangka World Lung Day: Peduli Kesehatan Paru Kita  dngan cara:   1.  Katakan tidak pada tembakau dan vape ( No tobecco), 2. Lindungi paru dengan vaksinasi (Get the vaccine), 3. Bernapas dengan udara bersih (Breath clean air). 4. Olahraga teratur ( Be active take regular physical exercise). Terkait dengan tema tersebut dipaparkan salah satu penyakit yang dapat menimbulkan kematian yaitu  kanker paru. Kanker paru adalah pertumbuhan jaringan yang sulit dikendalikan oleh tubuh karena di dalam sel bronkus itu terdapat ongkogen dan gen tumor supresor, jika keseimbangan ini terganggu  maka menghasilkan onkogen berlebihan yang tidak bisa ditekan oleh gen tumor supressor, berakibat pembelahan sel berlebihan sehingga tumbuh jaringan tidak bisa dikendalikan dan bersifat ganas. Inilah yang disebut kanker.

“Kenapa itu bisa terjadi karena adanya perubahan dari gen sel ( kromosom)? Penyebab pasti perubahan kromosom sampai sekarang belum diketahui, tapi disinyalir hal tersebut muncul karena mungkin ada kebiasaan merokok kemudian paparan polusi / gas berbahaya dari industri bahkan lingkungan,” ujar dokter Siti.

Lebih lanjut, dokter Siti mengatakan untuk pengidap kanker paru sendiri lebih banyak didominasi oleh laki-laki karena kebiasaan merokok itu menjadi salah satu penyebabnya. Untuk pengidap kanker paru memiliki gejala gangguan pernapasan seperti batuk kronis, batuk darah, sesak napas, nyeri dada, dan jika sudah memasuki stadium lanjut bisa terjadi bengkak di sekitar leher dan wajah, akibat penekanan tumor pada pembuluh darah balik atas( vena cava superior)

Deteksi dini terhadap kanker paru : pria berumur 40 tahun ke atas, perokok, memiliki gejala yang tersbut di atas. Dan pada wanita perokok pasif yang juga memiliki gajala tersebut. Setidaknya diperiksakan ke FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama), bila perlu dapat dirujuk ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan radiologis dada.

“Supaya kita terhindar dari kanker paru yang pertama jelas kita harus menerapkan pola hidup sehat, kemudian jika ada kebiasaan merokok segera distop, makan minum yang bergizi. Bilamana ketika kita sedang berkendara perlunya kita memakai masker karena selain  terhindar dari polusi udara yang berbahaya juga mencegah penularan covid-19,” tandas dokter Siti.

Dalam sesi akhir perbincangan, dokter Siti mengatakan melalui World Lung Day ini kita harus peduli dengan kesehatan paru dengan manghirup udara bersih yang menjadi hak paru kita, pola hidup sehat seperti stop merokok kemudian olahraga yang rutin karena kanker paru sendiri termasuk penyakit yang tidak menular. Dan tentu diwajibkan juga harus ikut vaksinasi agar terhindar dari penyakit lainnya. (humas).

Simak lebih lengkapnya di video IGTV kami di link berikut ini :

https://www.instagram.com/tv/CUOqtP7pX1y/?utm_source=ig_web_copy_link

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

sixteen − ten =