Gangguan Bicara dan Bahasa pada Anak, apa dan bagaimana mengatasinya?

Keterlambatan bicara adalah keluhan orang tua yang sering dijumpai sehari-hari, masalah ini dialami oleh 2,3-19% populasi anak , ditemukan lebih sering pada anak lelaki, dimana jika tidak dilakukan tatalaksana dengan baik, keterlambatan bicara ini dapat menetap pada 40-60% kasus anak, dan berisiko mempunyai masalah social, emosional, perilaku dan kognitif di kemudian hari. Keterlambatan bicara adalah salah satu gejala dari beberapa kelainan pada anak, seperti retardasi mental, gangguan pendengaran, gangguan bicara ekspresif, autis atau palsi serebral. Untuk itu, orang tua perlu mengenal adakah keterlambatan bicara pada anaknya.

Proses perkembangan bicara normal melalui beberapa tahapan, yaitu cooing, babbling, pengulangan kata, jargon, kata dan kombinasi kata, dan pembentukan kalimat. Pada usia 4-8 bulan, mata bergerak ke arah suara, bayi mempunyai perhatian terhadap suara dan mainan yang mengeluarkan suara, serta memiliki perhatian terhadap musik, dalam bicara bayi bisa babbling dengan menggunakan huruf awal b, p, m, memperlihatkan suara gembira atau sedih, dan mengeluarkan suara saat sendiri atau bermain. Pada usia 7-12 bulan, bayi mulai mengerti permainan cilukba, menoleh dan melihat kearah suara, mendengarkan saat orang berbicara, mengerti beberapa kata dan berespon terhadap permintaan sederhana, dan dalam bicara bayi sudah mulai babbling dengan kata pendek dan panjang, menggunakan kata atau suara untuk mendapat perhatian, dan mengucapkan 1-2 kata. Usia 1-2 tahun, dapat menunjuk anggota tubuh, mengikuti perintah dan permintaan dengan mudah, mendengar cerita sederhana, lagu dan irama, serta bisa menunjuk gambar sesuai dengan namanya, sedangkan dalam perkembangan bicara bayi bisa menggunakan 1 – 2 kata Tanya, mengucapkan 2 kata bersamaan, dan mulai dapat mengucapkan 10 kata saat usia 19 bulan. Di usia 2-3 tahun, anak sudah bisa mengerti perbedaan dengan artinya, mengikuti 2 tahap perintah, dan sudah mempunyai kata untuk semua benda dan berbicara 2-3 kata dalam kalimat.

American Academy of pediatric (AAP) merekomendasikan skrining adanya gejala autis dimulai sejak usia 18 bulan, dan perlu adanya evaluasi lebih lanjut bila pada anak dijumpai keadaan:

  • Tidak menunjukkan babbling, menunjuk, atau mimic yang baik pada umur 12 bulan
  • Tidak ada kata pada umur 16 bulan
  • Tidak ada 2 kata spontan pada umur 2 tahun
  • Hilangnya kemampuan bicara atau kemampuan social pada semua umur.

Penyebab keterlambatan bicara:

  1. Retardasi Mental, merupakan penyebab tersering keterlambatan bicara, > 50% kasus. Anak biasanya menunjukkan keterlambatan Bahasa secara umum
  2. Gangguan pendengaran
  3. Late talker, disebabkan oleh keterlambatan maturasi otak untuk dapat berbicara dan sering dijumpai pada anak lelaki yang memiliki keterlambatan bicara dalam keluarga, dan sering pada anak laki-laki. Prognosis pada anak ini biasanya baik.
  4. Gangguan bicara ekspresif,gangguan ini terjadi karena ada disfungsi otak yang menyebabkan ketidakmampuan untuk mengubah ide yang ada menjadi kata. Anak dapat menggunakan mimik untuk komunikasi. Biasanya anak mempunyai pendengaran normal, intelegensi normal, emosi baik, dan artikulasi normal. Diperlukan intervensi aktif untuk mengurangi risiko disleksia di kemudian hari.
  5. Bilingual, penggunaan dua Bahasa atau lebih di rumah kadang dapat memperlambat kemampuan anak berbahasa. Maka pada anak dengan keterlambatan bicara yang menggunakan bilingual harus dihilangkan dulu, sehingga tidak mengganggu tatalaksana lebih lanjut,
  6. Autism, merupakan salah satu gangguan perkembangan yang ditandai gangguan interaksi social dan gangguan komunikasi. Biasana anak autis ditemukan pengulangan kata kata atau kalimat saat berbicara dengan orang lain.
  7. Global developmental delay, dimana terjadi keterlambatan perkembangan pada 2 aspek atau lebih.

Yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah keterlambatan bicara:

  • stimulasi dengan selalu bicara dengan anak
  • berikan dorongan pada anak untuk bertanya, memilih dan menjawab sesuai kemampuan Bahasa
  • mendengarkan anak
  • memberikan dorongan untuk bermain
  • mengajarkan lagu lagu yang disukai anak
  • tidak memberikan gadget berlebihan, dan tidak memberikan gadget pada anak dibawah 2 tahun
  • membacakan cerita anak,
  • mengajarkan mengucapkan kata

Jika anak mengalami keterlambatan, pilih terapi yang tepat sesuai penyebab, dan melibatkan dokter, dan terapis. Terapi yang diberikan bukan berupa pengobatan, evaluasi hasil terapi biasanya dilakukan setelah 3 -6 bulan. Karena itu, jika bunda mempunyai anak dengan keterlambatan bicara, harus bersabar dan tetap melakukan stimulasi di rumah. Jika bunda membutuhkan terapi, bisa datang ke RSI Aisyiyah Malang. Bunda bisa datang ke poli Anak RSI Aisyiyah Malang untuk berkonsultasi setiap hari di hari kerja, dan terapi wicara setiap hari senin sampai sabtu. (RA)

 

  1. McLaughlin MR. Speech and language delay in children. Am Fam Physician 2011; 83(10):1183-8
  2. Trisha Sunderajan1 , Sujata V. Kanhere1. Speech and language delay in children: Prevalence and risk factors
  3. Irawan M. Diagnosis banding keterlambatan bicara: pendekatan etiologi pada praktek sehari-hari. In: A journey to child neurodevelopment: Application in daily practice. 2010.

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

4 × one =