MEMANTAU KESEHATAN JANIN DALAM KANDUNGAN SECARA MANDIRI

Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakatuh,
Salam sehat Moms,
Selamat datang di Info Kesehatan RSI AISYIYAH Malang.
Peningkatan kesehatan dan upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi merupakan tugas dan agenda kita bersama, salah satunya adalah melalui pelayanan kesehatan Ibu hamil yang baik. Setiap ibu hamil tentu ingin janin yang dikandungnya terjaga kesehatan dan perkembangannya. Pemeriksaan kehamilan yang memadai di fasilitas kesehatan adalah hal yang sangat utama, tapi tak kalah penting lagi adalah partisipasi dan pengetahuan Ibu tentang pemantauan kesehatan kehamilan secara mandiri di rumah.
Apa saja sih pemeriksaan dasar yang harus dilakukan, dan apa saja yang bisa Moms lakukan di rumah? Yuk kita bahas disini.
Pemeriksaan Antenatal (ANC) merupakan pemeriksaan kehamilan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental pada ibu hamil secara optimal, hingga mampu menghadapi masa persalinan, nifas, menghadapi persiapan pemberian ASI secara eksklusif, serta kembalinya kesehatan alat reproduksi dengan wajar.
Pemeriksaan kehamilan dilakukan minimal 4 (empat) kali selama masa kehamilan, yaitu 1 kali pemeriksaan pada trimester pertama, 1 kali pemeriksaan pada trimester kedua, dan 2 kali pemeriksaan pada trimester ketiga.
Apa saja tujuan ANC?
1. Memantau kemajuan proses kehamilan demi memastikan kesehatan pada ibu serta tumbuh kembang janin yang ada di dalamnya.
2. Mengetahui adanya komplikasi kehamilan yang mungkin saja terjadi saat kehamilan sejak dini, termasuk adanya riwayat penyakit dan tindak pembedahan.
3. Meningkatkan serta mempertahankan kesehatan ibu dan bayi.
4. Mempersiapkan proses persalinan sehingga dapat melahirkan bayi dengan selamat serta meminimalkan trauma yang dimungkinkan terjadi pada masa persalinan.
5. Menurunkan jumlah kematian dan angka kesakitan pada ibu.
6. Mempersiapkan peran sang ibu dan keluarga untuk menerima kelahiran anak agar mengalami tumbuh kembang dengan normal.
7. Mempersiapkan ibu untuk melewati masa nifas dengan baik serta dapat memberikan ASI eksklusif pada bayinya.
Pemeriksaan kehamilan dapat dilakukan di Puskesmas, Klinik, atau Rumas Sakit. Adapun yang dilakukan antara lain pemeriksaan fisik ibu hamil, pemeriksaan laboratorium, Ultrasonografi (USG), maupun Cardiotocography (CTG).

Bagaimana dengan pemantaun mandiri Ibu hamil dirumah?
Kita bahas dari awal yaa,
1. Trimester 1 (Usia kehamilan 0-12 minggu)
Usia ini merupakan awal kehamilan, dimana janin baru mulai berkembang, dan ukurannya masih kecil sehingga rahim juga masih belum membesar sampai teraba oleh Ibu. Gejala yg bisa dipantau oleh ibu adalah keluhan awal kehamilan, terutama efek dari perubahan hormonal. Yang biasa dirasakan adalah mual muntah. Kondisi ini adalah hal yang wajar terjadi, namun Ibu harus waspada apabila kondisi memberat. Gejala ringan bisa disiasati dengan mengubah pola makan menjadi small and frequent feeding (makan sedikit-sedikit tapi sering), namun bila muncul gejala berat, muntah berlebihan, terus menerus dan tidak bisa makan dan minum, segera datangi fasilitas kesehatan. Penanganan yang tepat bisa menghindarkan bumil dari dehidrasi, kekurangan nutrisi yang membuat hambatan pertumbuhan janin, juga penurunan kesadaran ibu.
Kenali juga tanda bahaya lain seperti perdarahan dari jalan lahir, nyeri perut bagian bawah, yang bisa merupakan tanda awal terjadinya keguguran.
2. Trimester 2 (Usia kehamilan 13-28 minggu) dan Trimester 3 (Usia kehamilan 29-40 minggu)
Di usia ini, rahim yang tadinya ada di panggul ibu, sudah mulai memasuki rongga perut, sehingga ibu bisa memantau perkembangan kehamilannya dari ukuran rahimnya.

Amati gambar diatas ya Moms. Bumil bisa meraba sendiri ukuran rahim normal berdasarkan usia kehamilannya berdasarkan gambar diatas. Kenali 3 parameter pengukuran. Simfisis (tulang kemaluan), Umbilicus (pusar ibu), dan Xyphoid (bagian terbawah tulang dada ibu). Pantaulah ukuran kehamilan berdasarkan minggu kehamilan seperti di gambar, hal ini merupakan salah 1 usaha pemantauan mandiri apakah ukuran janin sesuai dengan pertumbuhan yang seharusnya.
Selanjutnya yang bisa Moms lakukan adalah memantau gerakan janin
Mulai usia kehamilan 20 minggu (5 bulan), biasanya Ibu sudah bisa merasakan gerakan janin dalam kandungannya. Ini merupakan cara paling sederhana yang bisa dilakukan untuk mengetahui kesehatan bayi. Banyak cara yang bisa digunakan, namun bisa kita gunakan yang paling praktis yaa, yaitu dengan menghitung gerakan janin dalam 12 jam. Apabila dalam 12 jam bumil bisa merasakan 10x gerakan janin, insyaAllah janin dalam kondisi baik. Namun bila dirasakan gerakan janin berkurang, waspadai kegawatan janin, dan segeralah mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
Gejala lain yang perlu ditandai sebagai tanda bahaya antara lain adalah demam, sakit kepala hebat, beberapa bagian badan bengkak, nyeri ulu hati, pandangan kabur, kejang, nyeri perut, perdarahan dari jalan lahir, juga keluarnya cairan ketuban sebelum cukup bulan. Apabila Moms merasakan salah satunya, segera datangi fasilitas kesehatan yaa.
Demikian sekilas info dari kami, semoga menambah pengetahuan Moms untuk memantau kesehatan kehamilan secara mandiri di rumah. Tetap semangat dan sehat ya Moms & Baby,
Wassalamualaikum warohmatullaahi wabarakatuh,

Leave a Reply

Your email address will not be published.

15 + one =