RSI Aisyiyah Malang Kirim Tim Medis untuk Perkuat Layanan Kesehatan di Lokasi Bencana Sumatra

 

Rumah Sakit Islam (RSI) Aisyiyah Malang bergerak cepat dengan mengirimkan tim medis untuk membantu layanan kesehatan bagi para penyintas di wilayah terdampak bencana. Langkah ini menjadi wujud komitmen kemanusiaan RSI Aisyiyah Malang untuk memperkuat pelayanan kesehatan saat kondisi darurat.

Tim yang diberangkatkan pada Jumat (12/12/2025) terdiri dari satu dokter umum, dua perawat, serta satu petugas administrasi yang memiliki kualifikasi Search and Rescue (SAR). Mereka disiapkan untuk memberikan layanan kesehatan dasar hingga penanganan lanjutan, terutama di area yang fasilitas kesehatannya terbatas.

Agar pelayanan di lapangan berjalan optimal, tim membawa perlengkapan medis seperti alat diagnostik dan monitoring dasar, perangkat perawatan luka dan tindakan minor surgery, serta obat-obatan esensial. Peralatan pendukung dan perlengkapan keselamatan juga disertakan mengingat situasi bencana memiliki risiko tinggi. Ketua Tim Tanggap Bencana RSI Aisyiyah Malang, Herman Setiawan, menegaskan bahwa seluruh kebutuhan sudah dipersiapkan agar tim dapat memberi layanan yang menyeluruh dan cepat sesuai kebutuhan korban.

“Seluruh perlengkapan kami siapkan agar tim dapat memberikan layanan yang komprehensif dan responsif sesuai kebutuhan korban di lapangan,” Ujarnya, Sabtu (13/12)

Pengiriman tim dilakukan setelah koordinasi antara Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PWM Jatim dan Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) PWM Jawa Timur. Melalui koordinasi tersebut, RSI Aisyiyah Malang mendapat penugasan untuk memperkuat respons kesehatan Muhammadiyah di wilayah bencana Sumatera Utara.

Saat bertugas, tim akan berkoordinasi erat dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang selama ini bersinergi dengan pemerintah daerah serta BNPB dalam penanganan bencana. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Meski persiapan sudah dilakukan, tim diperkirakan menghadapi tantangan besar di lapangan, seperti akses darat yang masih terputus, genangan air yang meluas, hingga cuaca yang belum stabil. Untuk mengatasinya, tim akan menjalankan strategi layanan berbasis sistem cluster sementara dan menerapkan pendekatan “jemput bola” agar warga yang kesulitan bergerak tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.

Tim medis dijadwalkan bertugas mulai 13 hingga 25 Desember 2025. Fokus pelayanan diarahkan pada upaya promotif dan preventif pasca-trauma, sekaligus melanjutkan penanganan medis yang sebelumnya telah dilakukan oleh tim MDMC.

Direktur RSI Aisyiyah Malang, dr. Rini Krisnawati, M.Kes., FISQua, juga memberikan pesan kepada tim agar tetap mengedepankan profesionalisme dan ketulusan dalam misi kemanusiaan, sekaligus menjaga kesehatan dan keselamatan selama bertugas.

 

“Jadilah duta kemanusiaan dengan hati yang tulus dan profesionalisme tinggi. Jaga kesehatan dan keselamatan diri agar dapat membantu korban bencana dengan maksimal. Bawa pulang pengalaman berharga dan kembali dalam keadaan sehat. Kami mendoakan agar setiap langkah Anda di Sumatera menjadi amal ibadah dan membawa manfaat bagi masyarakat terdampak,” ujarnya.

Melalui aksi ini, RSI Aisyiyah Malang berharap dapat membantu meringankan beban para penyintas serta turut mempercepat pemulihan layanan kesehatan di wilayah bencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published.