Malang – Gadget kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak. Namun, di balik manfaatnya, penggunaan gadget yang berlebihan bisa membawa risiko bagi tumbuh kembang mereka. Pesan inilah yang disampaikan RSI Aisyiyah Malang dalam peringatan Milad ke-38 melalui talkshow kesehatan bertema “Anak vs Gadget”, Ahad (24/8).

Talkshow kali ini menghadirkan empat dokter spesialis anak RSI Aisyiyah Malang, yaitu Dr. dr. Astrid Kristina Kardani, M.Biomed Sp.A, Subsp. Nefro (K), dr. Astri Proborini, Sp.A, M.Biomed, dr. Melany Farrahdilla, Sp.A, M.Kes, dan dr. Rahmawati Aminingrum SpA., M.Biomed., MMRS. Mereka mengupas dampak penggunaan gadget dari berbagai aspek kesehatan anak.
Menurut dr. Astrid Kristina, anak-anak sering kali terlalu fokus dengan layar hingga mengabaikan kebutuhan dasar tubuh.“Ada anak yang menahan buang air kecil terlalu lama karena asyik bermain gadget. Bahkan minum pun ditunda. Kebiasaan ini berpotensi merusak kesehatan ginjal dan meningkatkan resiko terkena ISK bila terjadi terus-menerus,” ungkapnya.
Sementara itu, dr. Melany Farrahdilla menyoroti kebiasaan duduk terlalu lama yang memicu obesitas. “Kurang bergerak dan pola makan yang tidak baik memperbesar risiko anak mengalami kelebihan berat badan,” jelasnya.

Hal senada disampaikan dr. Astri Proborini, bahwa gangguan tidur juga banyak ditemukan pada anak yang kecanduan layar. Durasi tidur yang berkurang akan memengaruhi konsentrasi belajar hingga emosi anak sehari-hari.
Tak hanya membahas risiko, para dokter juga menekankan solusi praktis. Dr. Rahmawati Aminingrum mengingatkan bahwa anak usia di bawah 18 bulan sebaiknya tidak dikenalkan dengan gadget sama sekali. Untuk anak usia 2–5 tahun, penggunaan gadget dibatasi maksimal 1 jam per hari dengan pendampingan orang tua. “Orang tua adalah kunci. Gadget bisa menjadi sarana belajar yang bermanfaat jika digunakan dengan bijak dan penuh pengawasan,” tegas dr. Rahmawati.

Menutup seminar, tim IT RSI Aisyiyah juga membagikan tips mengontrol penggunaan gadget anak dengan fitur bawaan ponsel maupun aplikasi pendukung. Dengan cara ini, orang tua dapat memantau durasi dan konten yang diakses anak. Prinsipnya, gadget boleh digunakan sesuai usia, tetapi pengawasan konten dan peran orang tua tetap menjadi kunci utama.
Melalui edukasi ini, RSI Aisyiyah Malang mengajak keluarga untuk lebih sadar akan pentingnya pendampingan digital. Dengan keseimbangan yang tepat, gadget dapat mendukung proses belajar dan kreativitas, bukan menjadi hambatan tumbuh kembang anak.
Leave a Reply